fkip.upiyptk.id

Uncategorized

Uncategorized

Inovasi AR/VR Karya Dosen FKIP UPI YPTK Tembus Kolaborasi Internasional

Padang – Komitmen FKIP UPI YPTK Padang dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Salah satu karya dosen FKIP UPI YPTK, Doni Pernanda, M.Pd., berhasil menjadi bagian dari kolaborasi akademik bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Sunway University melalui pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari perguruan tinggi di Indonesia mampu menembus jejaring akademik global sekaligus menjawab tantangan transformasi pendidikan di era digital. Teknologi AR/VR yang dikembangkan tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, tetapi juga membantu menyederhanakan konsep-konsep yang selama ini sulit dipahami melalui metode pembelajaran konvensional. AR/VR Mengubah Cara Peserta Didik Memahami Materi Perkembangan teknologi digital mendorong dunia pendidikan untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif terhadap karakteristik generasi saat ini. Salah satu teknologi yang dinilai efektif adalah pemanfaatan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), yang memungkinkan peserta didik mempelajari objek secara visual, interaktif, dan mendalam. Melalui inovasi yang dikembangkan Doni Pernanda, materi pembelajaran dapat ditampilkan dalam bentuk objek tiga dimensi (3D) yang dapat diamati dari berbagai sudut pandang. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata sehingga membantu siswa memahami konsep secara lebih mudah dibandingkan hanya melalui gambar atau penjelasan di buku. Dalam implementasinya, media AR/VR digunakan untuk menampilkan berbagai objek pembelajaran, termasuk visual anatomi tubuh manusia yang dapat diamati secara langsung menggunakan perangkat digital. Teknologi tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang lebih imersif, memungkinkan peserta didik mengeksplorasi materi dengan cara yang lebih menarik sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka selama proses pembelajaran. Mendapat Sambutan Positif di Malaysia Inovasi AR/VR karya dosen FKIP UPI YPTK tersebut telah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di Johor, Malaysia, melalui kolaborasi bersama Universiti Teknologi Malaysia dan Sunway University. Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi saat berinteraksi dengan media pembelajaran tersebut. Mereka tidak hanya mengamati objek virtual yang ditampilkan, tetapi juga secara aktif mengeksplorasi materi, berdiskusi, serta mencoba memahami konsep melalui pengalaman visual yang lebih realistis. Respon positif tersebut menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran berbasis AR/VR mampu meningkatkan daya tarik proses belajar sekaligus membantu peserta didik memahami materi yang bersifat abstrak maupun kompleks secara lebih efektif. Keberhasilan implementasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi pendidikan yang dikembangkan dosen Indonesia memiliki potensi untuk diterapkan dalam lingkungan pembelajaran internasional. Kolaborasi Internasional Perkuat Inovasi Pendidikan Kolaborasi antara FKIP UPI YPTK, Universiti Teknologi Malaysia, dan Sunway University menjadi langkah strategis dalam memperluas pengembangan teknologi pendidikan lintas negara. Kerja sama ini membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Melalui sinergi tersebut, media pembelajaran AR/VR tidak hanya berfungsi sebagai produk inovasi akademik, tetapi juga menjadi solusi praktis yang dapat dimanfaatkan oleh institusi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kolaborasi internasional semacam ini memperkuat posisi FKIP UPI YPTK sebagai institusi yang aktif mengembangkan riset terapan sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat global. Mendorong Transformasi Pendidikan Digital Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan menjadi salah satu kebutuhan utama seiring berkembangnya model pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik. Kehadiran media pembelajaran berbasis AR/VR memberikan alternatif pembelajaran yang mampu mengintegrasikan visualisasi, interaksi, dan pengalaman belajar secara bersamaan. Pendekatan tersebut sejalan dengan arah transformasi pendidikan yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital sebagai kompetensi penting di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Melalui inovasi ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual yang lebih baik, tetapi juga terdorong untuk aktif mengeksplorasi pengetahuan melalui pengalaman belajar yang lebih bermakna. Menjadi Inspirasi bagi Sivitas Akademika Keberhasilan Doni Pernanda, M.Pd., dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis AR/VR sekaligus memperluas implementasinya melalui kolaborasi internasional menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FKIP UPI YPTK untuk terus melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Bagi mahasiswa, capaian ini menunjukkan bahwa kreativitas, riset, dan penguasaan teknologi memiliki peluang besar untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat internasional. Sementara bagi dosen, kolaborasi lintas negara menjadi ruang strategis untuk memperkuat kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. FKIP UPI YPTK berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi melalui kolaborasi nasional maupun internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Pengembangan media pembelajaran AR/VR menjadi salah satu bukti bahwa karya akademisi Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.

Uncategorized

Laboratorium BK FKIP UPI YPTK Bersiap Raih Lisensi Sertifikasi Asesmen BK

Padang – Laboratorium Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPI YPTK Padang tengah mempersiapkan diri menjadi laboratorium yang memiliki lisensi layanan asesmen bimbingan dan konseling. Upaya tersebut ditandai dengan keikutsertaan Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UPI YPTK, Ridho Rismi, A.Md., S.Pd., M.Pd., Kons., dalam Pelatihan Sertifikasi Asesmen Bimbingan dan Konseling bagi Konselor Pendidikan Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Malang selama 40 hari. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas Laboratorium BK FKIP UPI YPTK dalam menyediakan layanan asesmen yang profesional, terstandar, dan berbasis data. Setelah memperoleh lisensi, laboratorium ini diproyeksikan mampu menyelenggarakan berbagai layanan asesmen, mulai dari tes inteligensi (IQ), tes kepribadian, tes minat dan bakat, tes kreativitas, hingga berbagai instrumen asesmen psikopedagogis lainnya sesuai kewenangan yang dimiliki. Menjawab Kebutuhan Pendidikan yang Semakin Kompleks Perkembangan dunia pendidikan menuntut layanan bimbingan dan konseling tidak lagi hanya berfokus pada penyelesaian masalah peserta didik. Guru BK kini dituntut mampu memetakan potensi, karakter, gaya belajar, hingga arah pengembangan karier siswa melalui data asesmen yang valid. Perubahan orientasi pendidikan dari sekadar memenuhi kebutuhan sosial menuju pengembangan sumber daya manusia menjadikan asesmen sebagai salah satu fondasi penting dalam proses pendampingan peserta didik. Data hasil asesmen memungkinkan guru BK menyusun layanan yang lebih tepat sasaran, sekaligus membantu sekolah mengambil keputusan berbasis bukti. Mendukung Implementasi Pembelajaran Mendalam Kehadiran layanan asesmen yang terstandar juga relevan dengan arah kebijakan pendidikan yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini mendorong peserta didik tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, berkreasi, serta mampu menerapkan pengetahuan dalam berbagai situasi kehidupan. Dalam konteks tersebut, asesmen BK berfungsi sebagai instrumen untuk mengenali karakteristik, kebutuhan belajar, dan potensi setiap peserta didik. Informasi tersebut menjadi dasar bagi guru BK, guru mata pelajaran, maupun orang tua dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan perkembangan masing-masing siswa. Selain aspek akademik, asesmen juga membantu mengidentifikasi penguatan karakter, seperti kemandirian, inisiatif, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta keterampilan sosial yang menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi abad ke-21. Memperkuat Peran Laboratorium BK Apabila lisensi sertifikasi berhasil diperoleh, Laboratorium BK FKIP UPI YPTK akan memiliki kapasitas yang lebih luas dalam memberikan layanan asesmen kepada sekolah maupun masyarakat. Layanan tersebut diharapkan mampu mendukung proses need assessment, pemetaan potensi peserta didik, penentuan layanan pengembangan diri, hingga memberikan rekomendasi dalam perencanaan pendidikan dan karier siswa. Keberadaan laboratorium yang didukung sumber daya manusia tersertifikasi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dengan sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling. Komitmen Peningkatan Mutu Keikutsertaan dalam pelatihan sertifikasi ini menjadi salah satu langkah strategis FKIP UPI YPTK untuk memperkuat kualitas pendidikan, baik dalam pengembangan akademik maupun layanan profesional di bidang bimbingan dan konseling. Melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta pengembangan Laboratorium BK yang memiliki lisensi asesmen, FKIP UPI YPTK menegaskan komitmennya menghadirkan layanan bimbingan dan konseling yang lebih profesional, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat peran institusi di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi sekolah dalam mengoptimalkan pengembangan potensi setiap siswa.

Uncategorized

FKIP UPI YPTK Mantapkan Kurikulum OBE, Hadirkan Komitmen

Padang, 19 Agustus 2025 — Pendidikan berkualitas lahir dari kurikulum yang terarah. Dengan semangat itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Putra Indonesia “YPTK” suskes menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai wujud komitmen untuk memperkuat mutu pembelajaran dan menyiapkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kompeten di dunia nyata.

Scroll to Top